Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Sanggar SEP Gelar Kemah Budaya Angkola

Sanggar Seni SEP (Sahata Etnik Padangsidimpuan) menggelar Kemah Budaya Angkola 2025 di tengah-tengah masyarakat Lingkungan VI Kelurahan batunadua Jae, Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan.

Penulis: Budi Hutasuhut | Editor: Nasaktion Efry

Para anak gadis di masa lalu tidak boleh sembarangan keluar rumah. Ruang gerak mereka dibatasi adat istiadat yang menjadi tata krama sosial, di mana seorang gadis harus menjaga kehormatan dengan tidak keluar rumah untuk keluyuran. 

Pada masa itu, leluhur budaya Batak di lingkungan Angkola menciptakan tradisi markusip, sebuah kebiasaan yang mengatur tata cara bergaul di kalangan anak muda. Tradisi ini memungkinkan seorang gadis yang tidak boleh sembarangan keluar dari rumah untuk menjaga kehormatannya, dapat berkomunikasi dengan pemuda impiannya dengan cara berbisik lewat celah-celah dinding rumah. 

Seorang pemuda yang naksir kepada seorang gadis, akan mendatangi dinding kamar tidur gadis itu pada malam hari. Ia kemudian akan memberitahu siapa dirinya, dan menyampaikan keinginannya untuk berkomunikasi dengan si gadis perihal isi hatinya.Jika si gadis mengenali pemuda itu dan memiliki perasaan yang sama, komunikasi di antara mereka akan berjalan dengan baik. Pada akhirnya, mereka akan sepakat untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.   

Tradisi markusip ini membatasi pertemuan antara gadis dengan pemuda. Pertemuan di antara mereka baru benar-benar terjadi bila sudah ada kesepakatan di antara mereka untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Dengan pembatasan itu, tidak pernah ada kabar terjadi kehamilan di luar pernikahan. Namun, tradisi markusip sudah ditinggalkan.

Lima belas anak-anak dari berbagai sekolah dasar di Kota Padangsidimpuan yang tergabung dalam Sanggar Tari SEP menampilkan tari markusif, menampilkan gerak tari yang memperagakan bagaimana tradisi markusip dijalankan. Tari yang diciptakan  Nayla Anggraini Siregar ini, ditampilkan sebagai pembuka kegiatan Kemah Budaya Angkola 2025 yang ditaja Sanggar Seni SEP (Sahata Etnik Padangsidimpuan) di lapangan Lingkungan VI, Kelurahan Batunadua Jae, Kecamatan batunadua, kota padangsidimpuan, selama dua hari, 22--23 November 2025.  

"Tari markusif ini untuk mengingatkan generasi muda bahwa kebudayaan Angkola itu mewariskan nilai-nilai yang mengatur hubungan antara muda mudi," kata Nayla Anggraini Siregar. "Tari ini untuk mengembalikan ingatan generasi muda terhadap warisan leluhur budaya."

Selain menampilkan karya tari, kegiatan perkemahan yang diikuti seratus peserta dari Naposo Nauli Bulung (organisasi kepemudaan di tingkat kelurahan di Kota Padangsidimpuan), siswa SMA sederajat, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Kota Padangsidimpuan ini, diisi dengan kegiatan Diskusi Budaya, Malam Api Unggun, Lomba Pantun Bahasa Batak, Lomba Dongeng Bahasa Batak, dan Lomba Margala atau Permainan Rakyat Tradisional.  

"Kegiatan Kemah Budaya Angkola 2025 ini difasilitasi fasilitas Fasilitas Pemajuan Kebudayaan yang diberikan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatra Utara. Ada 50 kegiatan, baik yang dilakukan komunitas maupun perorangan, yang mendapat fasilitas ini. Sanggar Seni SEP salah satunya," kata Linni Hutapea, ketua Sanggar Seni SEP. 

Linni Hutapea menambahkan, Sanggar SEP menggelar kegiatan Kemah Budaya Angkola untuk mengingatkan kembali kepada generasi muda bahwa nilai-nilai budaya warisan leluhur masyarakat Batak Angkola itu  layak untuk dimajukan dan dikembangkan. "Kebudayaan Batak Angkola bukan saja harus dilestarikan, tapi juga harus dikembangkan dalam kehidupan hari ini," katanya. 

Hal senada disampaikan Dian Maas Saputra, ketua Panitia Kemah Kebudayaan Angkola 2025 dalam kata sambutannya, bahwa kebudayaan Angkola jarang dipikirkan masyarakat pemiliknya sehingga dikhawatirkan keberadaannya akan dilupakan. "Kemah Kebudayaan Angkola ini mencoba mengembalikan ingatan dengan menggelar Diskusi Budaya, lomba berbahasa batak, dan lomba permainan rakyat," katanya. 

Menurut Dian, acara Kemah Kebudayaan Angkola digelar dalam bentuk perkemahan dan sengaja dibuat di tengah-tengah perkampungan masyarakat agar para orang tua memahami bahwa kegiatan perkemahan itu bukan kegiatan hura-hura. "Kegiatan perkemahan dapat menjadi ruang belajar bagi generasi muda," katanya. 

Kemah Kebudayaan Angkola 2025 menjadi kegiatan yang diikuti ratusan masyarakat Lingkungan VI kelurahan Batunadua Jae. Acara yang dibuka oleh Kepala Lingklungan VI Kelurahan Batunadua Jae, Hasrin Siregar, ini dihadiri Lurah Kelurahan Batunadua Jae, Rudy Iswandhi, S.Pd (Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padng Sidimpuan), Purnadi, S.E. (anggota DPRD Kota Padangsidimpuan), dan wakil dari Kepolisian Sektor (Polsek) Batunadua. 

Dalam kata sambutannya, Rudy Iswandhi, S.Pd mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padangsidimpuan sangat mendukung upaya masyarakat untuk mengembangkan kebudayaan daerah dengan menggelar kegiatan-kegiatan seperti Kemah Budaya. Pasalnya, pemerintah daerah telah merumuskan pokok-pokok kebudayaan daerah (PPKD) yang akan dimajukan di Kota Padangsidimpuang. 

Hal serupa disampaikan Purnadi, S.E., ketua DPD Pujakesuma Padangsidimpuan yang juga anggota DPRD Kota Padangsidimpuan dari Fraksi Parti Golkar. Ia mengatakan, pembangunan kebudayaan di Kota Padangsidimpuan harus melibatkan masyarakat yang merupakan pemilik kebudayaan tersebut. "Kegiatan seperti Kemah Budaya ini harus lebih banyak dilakukan di Kota Padangsidimpuan," katanya.

Para undangan membuka kegiatan Kemah kebudayaan Angkola dengan menyalakan api unggun.  

Acara Kemah Kebudayaan Angkola diisi dengan Lomba Pantun Bahasa Batak, Lomba Marturi (Dongeng) Bahasa Batak, dan Lomba Margala Panjang sebuah permainan rakyat tradisional di lingkungan masyarakat Batak. 



Kreativitas Anak SD Dalam Tari Kreasi Pantas DIbanggakan

Kreativitas anak-anak SD di Kabupaten Tapanuli Selatan dalam menghasilkan tari kreasi, pantas dibanggakan. Mereka memadukan ragam gerak kreografi tari etnik dan ritme musik etnik untuk menceritakan tema .   

Penulis: Dian Maas Saputra | Editor: Nasaktion Efry

Siswa-siswa SD dalam balutan seragam serbabiru meloncat-loncat seperti pemain sirkus,  begitu energik di atas panggung seluas 4x8 meter. Sekali-sekali terdengar teriakan mereka, begitu riang layaknya anak-anak yang identik dengan dunia bermain, senyuman menghiasi bibir mereka. Mengikuti hentakan musik, yang dominan dengan suara drum, mereka menyajikan kreografi dengan gerak harmonis. 

Mereka salah satu peserta lomba tari kreasi tingkat SD yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Selatan, 14 -- 16 November 2025. Acara ini rutin digelar setiap tahun dalam rangka peringatan HUT Kabupaten Tapanuli Selatan. 

Pada hari pertama perlombaan, ada lima kelompok tari SD. Panitia mengungkapkan, ada 13 kelompok tari SD yang mendaftar. Mereka berasal dari SD yang ada di Kabupaten Tapanuli Selatan.  Panitia membagi-bagi kelompok yang bertanding ke dalam lima sampai delapan penampilan per hari, karena tidak semua peserta bisa hadir dalam satu hari mengingat jarak tempuh yang jauh dari lokasi sekolah ke tempat acara digelar. 

Para peserta lomba mewakili SD yang ada di lima belas kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Minimnya jumlah peserta ini disebabkan, tak semua SD yang ada di Kabupaten Tapsel memiliki kelompok tari. 

"Kalau dilihat dari kemampuan anak-anak dalam berkreativitas serta antusiasme mereka mengikuti lomba, mestinya peserta lomba tari kreasi ini bertambah banyak setiap tahun," kata Budi Hutasuhut, salah seorang juri lomba, "setiap SD yang ada di Kabupaten Tapsel seharusnya ikut perlombaan."

Selain lomba tari kreasi tingkat SD, digelar juga tari kreasi tingkat SMP. Sayangnya, tari kreasi tingkat SMA tidak ada karena jenjang pendidikan SMA bukan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten.  

"Perlombaan-perlombaan yang merangsang kreativitas anak-anak didik seharusnya diperbanyak di Kabupaten Tapsel. Kreativitas anak-anak didik SD, SMP, dan SMA sederajat sangat banyak, tapi mereka tidak punya medium untuk mengekspresikan dirinya," katanya. 

Lake Toba Writers Festival Kembali Digelar untuk Kali Ketiga

Penulis: Dian Maas Saputra | Editor: Efry Nasaktion

Budi Hutasuhut (kiri), penyair asal Padangsidimpuan, Dorothe Rosa Herliany, penyair asal Magelang, Boru Situmorang, kemenakan Sitor Situmorang, dan Amol Titus, inisiator Danau Toba Writer Festival dalam acara Danau Toba Writer Festival  tahun 2024.

Lake Toba Writers Festival (Festival Penulis Danau Toba/FPDT) kembali digelar untuk ketiga kalinya, 10-13 September 2025.Festival yang disajikan dalam tiga bahasa: Batak, Indonesia, dan Inggris ini mempertemukan para penulis, pengarang, dan penyair dari berbagai belahan dunia. 

Lake Toba Writers Festival (Festival Penulis Danau Toba) digagas oleh Amol Titus, penulis, pengarang, penyair yang juga CEO Indonesia Wise -- sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konsultan strategis. Penulis sejumlah buku sastra ini, kelahiran Jaipur, India, pada tahun 1967 itu, menyampaikan gagasannya kepada Saut Poltak Tambunan, seorang novelis yang belakangan mengembangkan sastra daerah berbahasa Batak. 

Saut Poltak Tambunan menyambut gagasan itu sebagai ide luar biasa untuk mengangkat sastra berbahasa Batak, sesuatu yang sudah lama didambakannya. 

"Gagasan mempertemukan pengarang dengan pembaca di Danau Toba ini memiliki banyak manfaat bagi pengembangan dunia kepenulisan maupun pengembangan bahasa Batak," katanya. 

Thompson Hs, budayawan dan dramawan di Provinsi Sumatra Utara yang merevitalisasi Opera Batak sebagai warisan karya budaya leluhur masyarakat Batak, juga diajak dalam kepanitian Lake Toba Writers Festival. 

"Saya dan Pak Saut Poltak Tambunan bertemu Pak Amol Titus untuk mengkristalisasi sebuah event bertajuk Lake Toba Writers Festival," kata Thompson Hs. 

Berdasarkan rilis yang diterima Sinar Tabagsel dari penyelenggara Danau Toba Writers Festival, disebutkan bahwa sejak tahun 2023, puluhan penulis dari dalam negeri dan luar negeri telah terlibat dalam Lake Toba Writers Festival. 

Kegiatan ini menjadi salah satu festival sastra terkemuka di Indonesia karena berbagai karakteristik uniknya karena tidak hanya membicarakan festival penulis, tapi memberikan dukungan terhadap pelestarian warisan budaya seperti bahasa Batak lewat karya sastra berbahasa Batak dan penampilan Opera Batak. 

Selain itu, selama festival berlangsung, penyelenggara berkomitmen terhadap konservasi lingkungan karena tempat festival ini berdekatan dengan pantai Danau Toba. Maka, Festival Penulis Danau Toba juga mempromosikan pariwisata berkelanjutan di Danau Toba yang telah ditetapkan sebagai destinasi super prioritas oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. 

Festival ini mengadopsi praktik-praktik berkelanjutan seperti penanaman spesies pohon endemik, konservasi air, meminimalisir sampah plastik, menggunakan produk lokal, menyediakan kesempatan bagi masyarakat lokal dan UMKM, dan CSR dalam bentuk sumbangan buku untuk perpustakaan lokal, pengembangan kapasitas linguistik di sekolah-sekolah dan dorongan bagi penulis muda dari Sumatera Utara. 

Dalam Danau Toba Writers Festival 2025 yang akan diselenggarakan pada 10-13 September 2025, dibuka di Medan pada 10 September 2025 dengan sesi sastra dan pertunjukan Opera Batak. Para penulis kemudian akan melakukan perjalanan ke Pulau Samosir di pusat Danau Toba dan berinteraksi dengan para pembaca, guru, seniman kreatif, dan pecinta budaya.










Minim Minat Pelajar di Kota Padangsidimpuan Terhadap Literasi

Direktur Lembaga Pengembangan dan Kajian Kebudayaan Daerah (LPK Budaya), Efry Nasaktion, memberikan pelatihan Menulis Puisi dalam Coaching Clinic Menulis di SMP IT Darul Hasan Kota Padangsidimpuan. 

Penulis: Dian Maas Saputra

Minat para pelajar SD, SMP, SMA, dan sederajat di Kota Padangsidimpuan terhadap literasi sangat bermasalah. Mereka bukan saja tak membaca, tetapi juga kesulitan untuk memahami bahan bacaan.

Direktur Lembaga Pengembangan dan Kajian Kebudayaan Daerah (LPK Budaya),  Efry Nasaktion, mengungkapkan hal itu sebagai penyebab minimnya generasi muda di Kota Padangsidimpuan yang memiliki kemampuan kreatif untuk berkembang. 

"Kita jarang mendengar anak-anak didik berprestasi di bidang ilmu pengetahuan, kreativitas berkarya, atau hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan kapasitas dirinya," katanya saat ditemui di  lokasi Coaching Clinic Menulis yang digelar Sekolah Menulis  Padangsidimpuan di SMP Swasta Islam Terpadu Darul Hasan Kota Padangsidimpuan, Rabu, 20 Agustus 2025.

Di dalam berbagai perlombaan yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, terutama oleh Pusat Prestasi Nasional, Efry mengatakan jarang terdengar siswa dari Kota Padangsidimpuan yang berhasil menjadi pemenang. 

Efry mencontohkan dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) sebagai ajang talenta di bidang seni yang diselenggarakan secara berjenjang, mulai dari tingkat daerah hingga nasional, diikuti oleh siswa SD, SMP, SMA, dan SLB.  

Belum lagi Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Kompetisi Sains Nasional (KSN), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN), Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI),  National University Debating Championship (NUDC), Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI), atau Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional (PILMAPRES).

"Prestasi generasi muda di Kota Padangsidimpuan lebih banyak pada urusan modeling, tetapi sampai hari ini kita tidak pernah mendengar ada kontribusinya terhadap perkembangan industri modeling di kota ini," katanya. 

Menurut Efry, berdasarkan banyak literatur sejarah, Kota Padangsidimpuan telah melahirkan banyak tokoh pendidikan, pemikir kebudayaan, orang-orang kreatif yang memberi kontribusi terhadap bangsa dan negara. 

"Padangsidimpuan sudah melahirkan  banyak tojkoh nasional. Negara tercinta ini berutang banyak terhadap rakyat Kota Padangsidimpuan," katanya. 

Tapi, lantaran proses regenerasi tidak berjalan dengan baik, apa yang sudah dilakukan para tokoh bangsa asal Kota Padangsidimpuan tak lagi diingat. "Orang-orang melupakan Lafran Pane sebagai salah satu generasi emas dari Kota Padangsidimpuan, yang hidup dan bersekolah di Kota Padangsidimpuan," katanya.

Lafran Pane salah seorang pendiri HMI. Ia menghabiskan masa kecilnya di Kota Padangsidimpuan. Namun, orang Padangsidimpuan kurang mengetahui bahwa Lafran Pane bagian dari kota ini.     

Menurut Efry, kondisi ini terjadi karena generasi muda tidak mempelajari sejarah yang ada di kotanya. Minat mereka sangat kurang, sehingga pengetahuan mereka menjadi minim. 

"Ada anak-anak yang berprestasi di bidang pembacaan puisi, menulis karya sastra, tetapi mereka menjadi pemenang bukan karena memahami apa yang dikerjakannya," katanya. 

Efry yang menjadi instruktur di bidang Menulis Puisi dalam kegiatan Coaching Clinic Menulis yang digelar di SMP Swasta Islam Terpadu Darul Hasan Kota Padangsidimpuan, berharap bisa menemukan siswa SMP IT Darul Hasan Kota Padangsidimpuan yang memiliki bakat di bidang sastra. 

"Siswa di Darul Hasan sering memenangi perlombaan-perlombaan. Semoga anak-anak yang menjadi pemenang perlombaan-perlombaan itu menjadi generasi yang berkembang dan mampu mengembangkan dunia sastra," katanya. 

Menurut Efry, generasi muda di Kota Padangsidimpuan kurang meminati literasi karena perkembangan zaman di era mereka merupakan zaman teknologi informatika. Alat-alat telekomunikasi seperti gatget lebih menyita perhatian generasi muda, dan itu menjauhkan mereka dari kerja-kerja yang membutuhkan ketekunan dan penguatan gagasan seperti kerja menulis karya sastra. 

"Generasi muda cenderung mengejar hiburan, memilih bermain game, melihat media sosial hanya untuk mendapatkan hal yang menghibur dirinya," katanya.


Sekolah Menulis Padangsidimpuan Menggelar Coaching Clinic Menulis

Penulis: Dian Maas Saputra


Coaching Clinic Menulis ditujukan untuk pelajar SD, SMP, SMA (sederajat). Program yang digelar Sinar Tabgsel bersama Sekolah Menulis Padangsidimpuan ini sudah berjalan sejak tahun 2017. Ketika pandemi Covid-19, program ini berhenti sampai 2020. 

Mulai 2021, program Coaching Clinic berupa pelatihan yang berfokus pada peningkatan keterampilan menulis,  dilaksanakan dalam bentuk road show ke lingkungan sekolah dan perguruan tinggi di wilayah Tapanuli bagian Selatan (Tabgsel). 

Coaching Clinic Munlis dirancang untuk memberikan bimbingan dan umpan balik secara individual kepada para pemula dalam berbagai jenis tulisan seperti cerpen, puisi, karya jurnalistik, esai, atau karya tulis lainnya. 

Kegiatan ini terdiri dari 5 pertemuan.  Masing-masing pertemuan akan memfokuskan pada satu pembahasan: (1)membahas tentang berbahasa Indonesia yang baik dalam menulis; (2)Menulis  Prosa Cerita pendek; (3)Menulis Puisi; (4)Menulis Karya Jurnalistik;  (5)Menulis Opini/Kolom untuk Media Massa; dan (6)Menulis  Artikel Ilmiah. 

Setiap pertemuan berlangsung selama dua jam secara tatap muka. Selama dua jam, waktu akan dibagi satu jam untuk praktek bimbingan menulis. Setiap peserta pelatihan akan dibimbing teknik menulis hingga mampu menghasilkan karya tulis. 

Pada pertemuan ke-lima,  setiap peserta pelatihan sudah memiliki karya yang siap untuk diterbitkan menjadi buku. 

TUJUAN COACHING CLINIC

1. Meningkatkan Keterampilan Menulis:

Coaching Clinic membantu peserta pelatihan mengembangkan teknik menulis yang efektif: memilih ide, menggambar (membuat narasi) dengan kata,  mengembangkan argumen, dan menggunakan bahasa yang tepat. 

2. Memberikan Umpan Balik Konstruktif:

Peserta Coaching Clinic mendapatkan umpan balik langsung atau tanggapan dari instruktur mengenai kekuatan dan kelemahan tulisan mereka, serta saran untuk perbaikan. 

3. Meningkatkan Motivasi dan Kepercayaan Diri:

Dukungan dan bimbingan dari pelatih dapat meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri penulis dalam berkarya. 

4. Mempercepat Proses Penulisan:

Dengan mendapatkan bimbingan yang terarah, peserta pelatihan dapat mengatasi hambatan dalam proses penulisan dan menyelesaikan karya mereka lebih cepat. 

5. Mendapatkan Bimbingan Secara Online

Selesai lima pertemuan, peserta Coaching Clinic tetap akan mendapat bimbingan dari instruktur selama berkaitan dengan kerja-kerja kepenulisan.  Instruktur akan menjadi "pendamping" peserta Coaching Clinic dalam menghasilkan karya tulis.


BENTUK COACHING CLINIC

Sesi Tatap Muka:

Coaching Clinic melibatkan pertemuan antara instruktur dengan peserta secara langsung, di mana peserta dapat berkonsultasi dan mendapatkan umpan balik. 

Sesi Online:

Dapat dilakukan melalui video conference atau platform online lainnya, memungkinkan peserta dari berbagai lokasi untuk mengikuti pelatihan. 

Interaktif:

Coaching Clinic melibatkan diskusi interaktif, latihan menulis, dan sesi tanya jawab untuk memaksimalkan pemahaman peserta. 

Kelompok atau Individu:

Coaching Clinic dalam kelompok kecil, sementara yang lain menyediakan sesi individu untuk fokus pada kebutuhan spesifik peserta. 


MANFAAT COCHING CLINIC

1. Meningkatkan Kualitas Tulisan:

Peserta akan belajar cara menulis dengan lebih baik, jelas, dan efektif. 

2. Mempercepat Proses Produksi:

Dengan bimbingan yang tepat, penulis dapat menyelesaikan tulisan mereka lebih cepat. 

3. Membangun Jaringan:

Beberapa coaching clinic melibatkan pertemuan dengan penulis lain, yang dapat memperluas jaringan profesional. 

4. Meningkatkan Kepercayaan Diri:

Dengan umpan balik yang positif dan dukungan dari pelatih, penulis akan merasa lebih percaya diri dalam kemampuan mereka. 

INSTRUKTUR

Budi Hutasuhut, lahir dengan nama Budi P Hutasuhut. Sarjana ilmu komunikasi, pascasarjana ilmu jurnalistik, dan pascasarjana manajemen komunikasi.  Menulis buku-buku jurnalisme, buku sastra, melakukan penelitian kebudayaan, dan menjadi instruktur pelatihan menulis di berbagai kota di Indonesia. 

Selama 2000-2008 mengajarkan ilmu komunikasi dan terapannya di Universitas Lampung, Universitas Bandar Lampung, IAIN Radin Intan, Universitas Saburai, dan menjadi konsultan di bidang media. Pernah bekerja di Grup Media Indonesia sebagai wartawan dengan jabatan terakhir Kepala Penelitian dan Pengembangan (Ombudsman) Harian Umum Lampung Post, bekerja di Koran Lampung,  dan bekerja di Harian Lampung Ekspress.  

Saat ini mengelola sejumlah media online.

Dian Maas Saputra kelahiran 1995.  Ia seorang trainer outbond, akting, dan telah membintangi dua film, Cintaku di Bumi Angkola dan Batang Ayumi.  Bekerja sebagai peneliti.  Ia juga Direktur Sekolah Menulis Padangsidimpuan.

Ahmad Rusli Harahap, M.Hum seorang pengajar bahasa di UIN Syuhada, Aufaroyan Padangsidimpuan,  dan sejumlah perguruan tinggi swasta di Sumatra Utara.  Ia menjadi pengelola jurnal ilmu pengetahuan SHINTA 4, melakukan penelitian tentang masalah pendidikan yang disiarkan di sejumlah jurnal ilmu pengetahuan.

Sarjana pendidikan dari Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan dan Keguruan (STKIP) Tapanuli Selatan ini, dan pascasarjana dari Universitas Andalas, ini dikenal luas sebagai aktivis yang menjadi ketua dari organisasi internal Partai Gerindra. 

Efry Nasaktion kelahiran Muarasipongi dengan nama asli Sepriadi Nasaktion. Sarjana pendidikan dari STKIP Tapanuli Selatan ini, lebih dikenal sebagai penyair. Ia telah diundang sebagai peserta dalam berbagai festival penyair. Ia juga menjadi juri FLS3N Padangsidimpuan, dan membuka kelas puisi secara online. 


CARA MENGIKUTI COACHING CLINIC

Coaching Clinic Menulis tahun 2025 diperuntukkan kepada siswa SD, SMP, SMA dan sederajat. Para pengelola sekolah bisa menghubungi  panitia Coaching Clinic Menulis yakni pengelola Sekolah Menulis Padangsidimpuan dan Sinar Tabagsel melalui nomor kontak 0838 5218 0888. Penyelenggara Coaching Clinic Menulis akan mendiskusikan untuk menentukan jadwal dan pelatihan apa saja yang diinginkan sekolah. 

Pihak pengelola sekolah yang menentukan jadwal pelatihan, jumlah siswa yang ikut, dan lokasi pelatihan. Penyelenggara menyediakan materi, metode pelatihan, dan instruktur yang akan terlibat dalam Coaching Clinic.  

PILIH KELAS MENULIS



Siswa SMP IT Darul Hasan Padangsidimpuan Gelar Coaching Clinic Menulis

Ahmad Rusli Harahap, M.Hum, sedang memaparkan materi tentang Bahasa Indonesia sebagai Pengetahuan Dasar Menulis dalam Coaching Clinic Menulis yang digelar Sekolah Menulis Padangsidimpuan di SMPIT Darul Hasan padangsidimpuan. 

Penulis: Mariam Harahap | Editor: Mahendra Siregar

Sekolah Menulis Padangsidimpuan, lembaga pendidikan informal yang dibentuk oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Kebudayaan Daerah (LKPKD), menggelar "Coaching Clinic Menulis" di lingkungan siswa SMP Islam Terpadu Darul Hasan Kota Padangsidimpuan selama lima hari, sejak Selasa, 19 Agustus 2025 sampai 24 Agustus 2025. 

Kepala SMP Islam Terpadu Darul Hasan Padangsidimpuan, Fatma Muhriza, M.Pd, mengatakan kegiatan Coaching Clinic Menulis yang digelar di SMP IT Padangsidimpuan ini merupakan program Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan untuk meningkatkan kemampuan siswa-siswa dalam literasi. 

"Literasi siswa harus ditingkatkan. Dengan coaching clinic menulis ini, kita berharap anak-anak mendapatpendidikan dan pelatihan menulis agar mereka lebih mencintai literasi," kata  Fatma Muhriza, M.Pd saat membuka acara Coaching Clinic Menulis di gedung SMP IT Darul Hasan Padangsidimpuan, Selasa, 19 Agustus 2025. 

Menurut Fatma Muhriza, M.Pd, program pendidikan dan pelatihan menulis untuk siswa SMP IT Darul Hasan Padangsidimpuan  untuk meningkatkan kualitas siswa didik. "Saya berharap kegiatan seperti ini berlangsung agar anak-anak didik bisa mengembangkan kemampuan dan kapasitas dirinya."

Sementara itu, Dian Maas Saputra, Direktur Sekolah Menulis Padangsidimpuan, mengatakan dalam kegiatan Coaching Clinic Menulis ini, Sekolah Menulis Padangsidimpuan menyediakan para trainer yang akan memberikan pelatihan bidang "Menulis Cerpen" dan "Menulis Karya Jurnalistik" akan disampaikan Budi Hutasuhut, seorang sastrawan cum jurnalis yang juga Pemimpin Redaksi Sinar Tabagsel. 

Selain itu,  tambah Dian, akan ada materi tentang "Menulis Puisi" yang disampaikan Efry Nasaktion, seorang penyair yang juga menjadi trainer penulisan puisi di berbagai lembaga. 

Sementara pengetahuan dan pemahaman tentang Bahasa Indonesia sebagai dasar untuk menulis akan diberikan oleh  Ahmad Rusli, M.Hum, seorang akademisi. 

"Hari pertama Coaching Clinic Menulis akan dimulai dengan materi Bahasa Indonesia," kata Dian. 

Menurut Dian, Coaching Clinic Menulis merupakan program yang dilakukan LKPKD setiap tahun dengan cara roadshow ke sekolah-sekolah yang ada di wilayah Tapanuli bagian Selatan. "Tahun ini kita menggelar di SMP IT Darul Hasan, dan beberapa sekolah lainnya. Tahun 2024 lalu, kita menggelar hal serupa di SD IT Bunaiya padangsidimpuan," katanya.

Dengan program roadshow Coaching Clinic Menulis ini diharapkan akan muncul potensi-potensi baru penulis di Kota Padangsidimpuan. "Kami yakin, generasi muda di Kota Padangsidimpuan memiliki kreativitas yang luar biasa. Mereka hanya butuh medium dan pembimbing," katanya.      

Junaisil Rihana Annur , Siswa SMA Swasta Nurul Ilmi, Juara Satu FLS3N Tingkat Sumatra Utara

Junaisil Rihana Annur, siswi kelas XII PI 3 SMA Swasta Nurul Ilmi Kota Padangsidimpuan, meraih juara 1 Lomba Karya Jurnalistik dalam FLS3N tahun 2025

Penulis: Dian Maas Saputra | Editor: Marhendra Siregar

Junaisil Rihana Annur, siswi kelas XII PI 3 SMA Swasta Nurul Ilmi Kota Padangsidimpuan, meraih juara 1 Lomba Karya Jurnalistik dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi Sumatra Utara. Juara ke dua diraih Raysah Rahayu Solihat dari SMAN 3 Panyabungan, dan juara ke tiga diraih Yemima Evnike Silabar dari SMAN Tanjungbalai. 

Junaisil Rihana Annur terpilih mewakili Kota Padangsidimpuan dalam ajang FLS3N tingkat Provinsi Sumatra Utara setelah sebelumnya menjadi juara pertama dalam ajang serupa yang digelar di Kota Padangsidimpuan yang digelar 19--21 Juni 2025 lalu.

Efry Nasaktion, salah seorang juri FLS3N Kota Padangsidimpuan, menilai karya jurnalistik yang ditulis Junaisil Rihana Annur memiliki kadar human interst yang tinggi. Karya jurnalistik yang diperlombakan di ajang FLS3N Kota Padangsidimpuan itu bercerita tentang tenun tradisional di Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. 

"Ia menulis feature, tulisan jurnalistik yang menitikberatkan pada kisah manusia (human interst). Sudut pandangnya tepat, melihat penenun sebagai salah satu pekerjaan yang melestarikan nilai-nilai budaya lokal," kata Efry. 

Menurut Efry, peserta lomba karya jurnalistik dalam FLS3N Kota Padangsidimpuan sangat sedikit. Dari sedikit peserta itu, karya jurnalistik Junaisil Rihana Annur terpilih sebagai juara pertama. "Karya itu yang diperlombakan pada ajang FLS3N tingkat Provinsi Sumatra Utara dengan perubahan banyak hal," katanya. 

Sementara Budi Hutasuhut,  juri FLS3N Kota Padangsidimpuan lainnya, menilai minat pelajar di Kota Padangsidimpuan mengikuti lomba karya jurnalistik sangat minim. Dalam FLS3N Kota Padangsidimpuan, jumlah peserta pada setiap perlombaan tidak lebih dari sepuluh peserta.  

"FLS3N Kota Padangsidimpuan hanya diikuti SMA negeri dan swasta, sementara MA, SMK, MAK, dan sederajat tidak ikut FLS3N," katanya. 

Budi hutasuhut berharap, semoga tahun depan, FLS3N diikuti semua pelajar karena FLS3N merupakan mediun bagi pelajar untuk mengeksplorasi, mengembangkan, dan menyalurkan bakat seni yang mereka miliki.

"Kota Padangsidimpuan punya potensi besar untuk memenangi FLS3N," kata Budi Hutasuhut.

Setiap tahun, tambahnya, tidak ada siswa SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat dari Kota Padangsidimpuan yang mewakili Provinsi Sumatra Utara dalam berbagai perlombaan di bidang kesenian di ajang FLS3N tingkat nasional.  Para pemenang FLS3N  di Kota Padangsidimpuan selalu gagal di ajang FLS3N tingkat Provinsi Sumatra  Utara, seakan-akan kemampuan siswa-siswa SMA sederajat sangat lemah untuk mengeksplorasi, mengembangkan, dan menyalurkan bakat seni yang dimiliki. 

Dari penelusuran Sinar Tabagsel terhadap gelaran FLS3N di Kota Padangsidimpuan pada 19--21 Juni 2025, jumlah peserta yang mendaftarkan diri pada 20 ajang perlombaan sangat minim. Seluruh peserta yang mengikuti 20 jenis perlombaan itu cuma 87 orang siswa. Bahkan, ada perlombaan yang hanya diikuti satu peserta, atau jumlah peserta pada setiap perlombaan tidak lebih dari 7 orang. 

Data jumlah peserta ini menunjukkan, minat siswa-siswa SMA sederajat di Kota Padangsidimpuan untuk mengikuti berbagai perlombaan di ajang FLS3N sangat rendah.  

Siswa dan Guru MAN 2 Padangsidimpuan Luncurkan Buku "Dari Chicago untuk Palestina"

Siswa dan Guru MAN 2 Kota Padangsidimpuan meluncurkan buku kumpulan puisi berjudul Dari Chigago untuk Palestina. Sebanyak 50 siswa kelas XII dan 5 guru mengungkapkan kesan mereka terhadap perang yang terus bergejolak, yang telah menimbulkan penderitaan bagi rakyat Palestina. 

Pada Hari Jumat, 24 Januari 2025, Zahra Nabila Siregar, siswa kelas XII MAN 2 Kota Padangsidimpuan, membacakan puisinya yang berjudul "Kisah 150 Demonstran Pro Palestina" saat peluncuran buku kumpulan puisi Siswa dan guru  MAN 2 Kota Padangsidimpuan berjudul Dari Chicago untuk Palestina di Aula Regional madrasah. Vokalnya provokatif, intonasinya ekspresif dan mengundang rasa simpati terhadap perjuangan rakyat Palestina melawan kekejaman dan kebiadaban penjajah Israel. 

"Di bawah langit yang muram dan suram 

Di jalan-jalan yang panas dan membara 

Ratusan jiwa bernaung di bawah spanduk 

Menggapai mimpi dalam gelora perjuangan"

Zahra Nabila Siregar satu dari 50 siswa kelas XII MAN 2 Kota Padangsidimpuan yang karyanya masuk dalam kumpulan puisi Dari Chicago untuk Palestina 

Ahmad Hussein Harahap, guru MAN 2 Kota Padangsidimpuan, yang menjadi guru pembina para siswa dalam menulis dan menerbitkan buku, mengatakan kegiatan penerbitan buku karya para siswa dan guru sudah diadakan sejak tahun 2023 dengan judul buku Dalam Dekap Kemenangan sebagai buku pertama kolaborasi siswa dan guru. 

“Kami bekerjasama dengan Gerakan Sekolah menulis Buku (GSMB) Nyalanesia untuk mengembangkan literasi di sekolah dengan memberikan pelatihan untuk para siswa tentang dunia kepenulisan. Menulis merupakan cara mengekspresikan diri dalam menumbuhkan kreativitas,” kata Ahmad Husein Harahap sebagai ketua koordinator tim literasi sekolah MAN 2 Padangsidimpuan.

Nyalanesia adalah startup pengembang program literasi sekolah terpadu, yang memfasilitasi siswa dan guru untuk menerbitkan buku, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, serta akses pada apresiasi berbagai program unggulan Nyalanesia dalam memajukan literasi di berbagai sekolah di seluruh pelosok nusantara.

Sejak tahun 2023, Ahmad Husein Harahap menjalin kemitraan dengan Nyalanesia dalam pengembangan program literasi sekolah terpadu melalui program   Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) Nasional.

“Dalam GSMB, siswa dan guru difasilitasi untuk berkarya dan menerbitkan buku, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi,” katanya. 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padangsidimpuan Dr. H. Erwin Kelana Nasution, M.A. yang diwakili oleh Kasubbag TU Kemenag Kota Padangsidimpuan, H. Khoirun Nikmad, S.Pd.I, M.Pd., mengapresiasi peluncuran buku yang berisi karya siswa dan guru MAN 2 Kota Padangsidimpuan sebagai hal positif yang harus menjadi tradisi bagi generasi muda. 

"Tidak mudah menulis buku, tapi anak-anak MAN 2 Kota Padangsidimpuan telah melakukannya. Ini harus menginspirasi anak-anak di sekolah lain, terutama generasi muda. Buku adalah jejak yang selalu akan ada dan hadir sepanjang masa," katanya. 

H. Khoirun Nikmad senada dengan Kepala MAN 2 Padangsidimpuan, H. Lobimartua Hasibuan, SH, M.Pd. Dikatakannya, kreativitas siswa MAN 2 Kota Padangsidimpuan di bidang literasi dengan menerbitkan buku, merupakan kerja kreatif dan produktif dari seluruh pemangku kepentingan pendidik di internal MAN 2 Kota Padangsidimpuan, khususnya tim litersi sekolah yang terdiri dari Ahmad Husein Harahap, Anugerah Agung Pohan, Khoirun Nisa Nainggolan, Dinda Pratiwi, dan Nora Almaisi Harahap.  


“Guru, siswa, dan orang tua siswa pada Komite Madrasah di MAN 2 Padangsidimpuan telah bekerja sama untuk mendorong agar para siswa MAN 2 Kota Padangsidimpuan memiliki kreativitas yang layak dibanggakan,” katanya.

Sebagai Kepala MAN 2 Kota Padangsidimpuan, H. Lobimartua Hasibuan, SH, M.Pd. menekankan akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kreativitas anak-anak didik. "Menulis buku itu luar biasa. Saya sangat mengapresiasi apa yang dihasilkan para guru dan siswa di madrasah," katanya.

Pengurus Komite MAN 2 Kota Padangsidimpuan, Gunawan Siregar, mengatakan sebagai perwakilan orang tua siswa sangat bangga atas prestasi para siswa dalam menerbitkan buku karya mereka dibantu para guru yang memiliki kompetensi dalam menulis. 

Dalam Kesempatan ini diberikan piagam penghargaan dari Nyalanesia kepada para guru dan siswa yang terdiri dari Plakat Sekolah Aktif Literasi Nasional, Kepala Sekolah Berprestasi bidang Literasi, Finalis Duta Literasi Sekolah untuk 3 siswa, dan Guru Aktif Literasi.